SALIMNA - Motivasi Hidup Keluarga Islami
Artikel Terbaru
Loading...

Jumat, 05 Juli 2019

Aku bersaksi bahwa tiada cinta yang mampu menandingi keagungan cinta Tuhan ku



Terkadang cinta memang dapat membutakan kita. Saat cinta yang kamu punya begitu besar, kamu mungkin akan kesulitan membedakan pasangan yang mencintaimu sepenuh hati dengan yang justru menjadi biang sakit hati. Meskipun suatu hubungan membuatmu luka, kamu tetap bertahan di dalamnya. Memaklumi perbuatan buruk pasangan menjadi hal yang terlalu biasa.

Seseorang pernah datang ke kehidupanku. Dia berjanji untuk tetap setia di sisi dan tidak akan pergi meski apapun yang terjadi.

Sebuah kalimat yang terdengar klise namun berhasil meluluh lantakkan hatiku. Bukan sebab ketulusannya, tapi karena kenyataan bahwa kalimat itu kini tak lagi memiliki makna.

Aku jatuh, aku terluka, namun aku bahagia. Aku bersyukur sebab melalui luka itu Allah membuka mataku, Allah luaskan pikiranku, dan Allah lembutkan hatiku.

Seolah tak peduli sebanyak apa dosa yang kulakukan. Seolah lupa seberapa sering aku mengabaikan. Dia tetap ada, Dia selalu setia menungguku datang menengadah.

Ya. Lelaki itu...
Dialah orang yg pertama kali menemui orang tuaku. Dialah orang yg pertama kali aku kenalkan pada keluargaku. Dia pula orang yg pertama kali memintaku pada keluargaku. Dia-lah yang selalu menjagaku. Pada akhirnya Dia jugalah yang yang paling menyakitiku dan mematahkan hatiku.

Yaa Rabb, kau peluk aku saat begitu hancurnya hatiku. Kau jaga dan kau ingatkan aku dari niat buruk org yg bgtu ingin menjatuhkanku.

Robbi... Aku bersaksi bahwa tiada satupun cinta yang mampu menandingi keagungan cinta-Mu.

Wahai diri...
Terimalah kenyataan bahwa dia tidak pernah benar-benar menginginkanmu ada. Dia tidak pernah memberimu cinta sebanyak engkau memberinya.

Baginya kamu hanyalah pilihan saat dia merasa kesepian. Lalu dengan mudah ditinggalkan tatkala ia sudah merasa bosan.

Berhenti menyakiti diri dengan menunggunya kembali suatu hari nanti. Bunuhlah setiap angan yang menjauhkanmu dari kenyataan.

Walau selepas kau pergi mungkin saja dia akan merasa hampa, namun itu bukan sebab dirimu tiada.
Ia merasa hampa karena hilangnya suatu kebiasaan dan itu bisa diganti dengan wanita manapun juga.

Pada kenyataannya, hanya yang mencintai yang bisa merasakan patah hati dan hanya yang menerima dengan ketulusan yang akhirnya merasa kehilangan.

Jika dia tidak menghargai keberadaanmu, maka dia tidak layak untuk cinta dan waktumu.
Jika dia tidak menghargai usaha dan pengorbananmu, maka kau tak pantas bertahan apalagi untuk kau perjuangkan.

Dan kini, Aku sadar akan hal itu.

Selasa, 02 Juli 2019

Seorang sahabat yang mencitaimu adalah yang memikirkan akhiratmu


Setiap manusia butuh, teman, sahabat, saudara ataupun partner dalam menjalani kehidupan. Manusia tidak bisa hidup sendiri, ia butuh tangan orang lain untuk bisa sampai pada tujuannya.
Allah swt menciptakan manusia dalam keadaan lemah sehingga sejak hari kelahirannya manusia butuh kepada selainnya.
Namun permasalahannya siapa yang pantas kita jadikan partner dalam hidup kita? Apa kriteria sahabat yang pas untuk bisa saling bahu membahu untuk mencapai tujuan? Bukankah banyak pula sahabat yang pada akhirnya menyeret kita ke jurang penyesalan?
Kali ini kita akan mengutip kisah abadi dari Al-Qur’an tentang kriteria dari seorang partner atau saudara?
Dalam kisah antara Nabi Musa as dan Harun as, Allah swt mengabadikan doa beliau dalam firman-Nya,
وَٱجۡعَل لِّي وَزِيرٗا مِّنۡ أَهۡلِي – هَٰرُونَ أَخِي – ٱشۡدُدۡ بِهِۦٓ أَزۡرِي – وَأَشۡرِكۡهُ فِيٓ أَمۡرِي – كَيۡ نُسَبِّحَكَ كَثِيرٗا – وَنَذۡكُرَكَ كَثِيرًا – إِنَّكَ كُنتَ بِنَا بَصِيرٗا
“Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku. Teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, agar kami banyak bertasbih kepada-Mu dan banyak mengingat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.” (QS.Tha-Ha:29-35)
Ayat-ayat diatas ingin menggambarkan bahwa kita tidak cukup mencari partner atau sahabat untuk sekedar teman ngobrol, teman main atau teman bercanda.
Kita butuh lebih dari itu ! Seseorang membutuhkan partner untuk membantunya sampai pada tujuan. Apa kriterianya?
“Teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia…”
“dan jadikanlah dia teman dalam urusanku…”
Carilah partner dan sahabat yang bisa meneguhkanmu ketika engkau tertimpa masalah. Bisa menguatkanmu ketika engkau mulai lelah. Bisa menyemangatimu ketika semangatmu mulai patah.
Lalu apa tujuan yang ingin diraih?
Di akhir ayat itu disebutkan :
“Agar kami banyak bertasbih kepada-Mu.”
Inilah tujuan utamanya. Sahabat sejati adalah yang bisa saling membantu untuk selalu mengingat Allah. Partner yang setia adalah yang saling mengingatkan untuk teguh dijalan-Nya. Saudara yang sesungguhnya adalah yang menarikmu dari kesalahan ketika engkau mulai lalai.
Karenanya, jagalah jarakmu dengan sahabat yang tidak memikirkan akhiratmu. Karena ia tidak benar-benar mencintaimu !
Seorang sahabat yang mencitaimu adalah yang memikirkan akhiratmu, rela menanggung resiko untuk menegurmu, karena dia tidak hanya ingin melihatmu tersenyum di dunia, namun ia ingin melihatmu selamat di akhirat.
يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا – لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِي
“Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku.” (QS Al-Furqan:28)
Semoga Allah memberikan kita sahabat, partner dan saudara yang bisa saling mendukung menuju kepada Allah swt.

Cinta sejati tak datang dari tatapan mata tapi ia datang dari hati



Sehebat apapun kita merencanakan sesuatu. Tetap rencana Allah adalah sebaik-baiknya rancangan.

Aku tak berharap kesempurnaanmu. Kerana aku ingin melengkapinya dengan kekuranganku. Aku yakin, cinta sejati itu akan datang, karena aku masih mempunyai harapan, walaupun pernah di kecewakan.

Allah maha membolak-balikkan keadaan, apa yang dialami orang lain, bisa saja kita alami, jangan mencela siapapun

Allah selalu memberikan senyum dibalik kesedihan. Allah selalu memberikan Harapan dibalik keputus-asaan. Apabila manusia gagal mencintai Tuhannya, maka cinta sejati tidak akan ditemuinya.

Bila seseorang dapat merasakan cinta yang tumbuh dari hati, Itulah yang disebut cinta sejati

Cinta bukan tentang bagaimana perasaan itu muncul. Tapi bagaimana perasaan itu agar tetap utuh.

Cinta hanya tumbuh di taman hati. Cuma hati yang suci yang dapat memupuk cinta sejati.

Cinta itu seperti menanam sebuah pohon, Jika kita Sabar pohon itu bisa menjadi pohon yang sangat besar dan kuat.

Cinta sejati tak datang dari tatapan mata tapi dari hati. Jika ada keraguan di hatimu, dia bukan untukmu.

Cintailah seseorang dengan kesederhanaan Rindukanlah seseorang dengan kesederhanaan

Dan dialah sebenarnya yang masih mempedulikan kita. Yang akan membuat hidupmu berbalut bahagia penuh senyuman

Dan Kini aku Sadar. Bahwa Terlalu berharap padamu adalah suatu kesalahan yang besar bagiku.

Allah selalu memberikan kelebihan dibalik kekurangan. Allah selalu memberikan Kekuatan dibalik kelemahan.

Jika aku disini menanti, ku harap kau disana menjaga. Jika aku disini berdo’a, ku harap kau disana setia. Jika tidak meletakkan Allah Swt di hati. Jangan tanya kenapa tiada ketenangan dalam diri.

Jika Suatu saat Nanti engkau kehilangannya. Engkau tidak akan terlalu berat untuk melepaskannya. Ketika kesedihan menjatuhkan AIR MATA Maka Allah meminta kita untuk berusaha TERSENYUM. Manusia belajar sakit, untuk mengenal sehat,aku belajar sakit hati, untuk mendapatkan cinta sejati. Menitipkan Sukacita di setiap dukacita Menitipkan Harapan di setiap keraguan. Pilih seorang mampu mengerti pikiranmu disaat engkau terdiam.

Minggu, 30 Juni 2019

Orang Yang Sombong adalah Orang Yang Lupa Bahwa Dia Masih Memiliki Tuhan

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang Allah turunkan kepada manusia. Kitab suci ini turun sebagai petunjuk kebenaran bagi alam semesta. Namun hanya segelintir orang yang mau mengambil manfaat dari petunjuk ini sementara sebagian besar manusia memilih untuk berpaling darinya.

Mungkin kita bertanya-tanya mengapa manusia lebih banyak memilih untuk lari daripada mengikuti petunjuk Al-Qur’an?

Allah swt berfirman,

سَأَصۡرِفُ عَنۡ ءَايَٰتِيَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَإِن يَرَوۡاْ كُلَّ ءَايَةٖ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِهَا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗاۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ عَنۡهَا غَٰفِلِينَ

“Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya. (QS.Al-A’raf:146)

Sebenarnya penyebab utama dari susahnya seseorang menerima cahaya petunjuk adalah kesombongan dalam dirinya.

Kesombongan itu dikomandoi oleh hawa nafsu yang menganggap dirinya hebat dan tidak membutuhkan apa-apa. Maka apabila kesombongan telah menguasai hati, petunjuk sejelas apapun, ayat sebanyak apapun tidak akan mempengaruhi jiwanya. Karena sejatinya ia sedang menyembah dirinya sendiri.

Orang sombong bukan hanya menolak kebenaran bahkan ia lebih memilih jalan kesesatan dan hatinya selalu condong kepada kebatilan.

Penolakan dan penentangan terhadap kebenaran adalah dampak dari kesombongan. Barangsiapa yang enggan merendahkan dirinya untuk menerima kebenaran maka ia tidak akan mendapatkan kebaikan sama sekali dalam hidupnya.

Dan terbukti apapun yang disampaikan oleh para Nabi ditolak mentah-mentah bahkan sebelum mereka mendengarnya. Karena sejelas apapun kebenaran yang disampaikan tidak akan mampu menembus hati yang diselimuti kesombongan.

Hidayah bukan hanya bergantung kepada siapa yang menyampaikan, tapi lebih bergantung pada kesiapan orang yang menerima.

Maka dari itu hal terpenting yang harus selalu kita minta kepada Allah swt agar tidak membiarkan kesombongan menguasai hati kita. Kita memohon agar diberikan hati yang tulus dan merendah dihadapan kebenaran. Karena sedikit kesombongan yang tidak segera diusir akan membuat kita tergelincir dari jalan kebenaran.

Semoga bermanfaat…

Sabtu, 29 Juni 2019

Yang Allah Lihat Adalah Hatimu yang Sekarang, Bukan Masa Lalumu yang Kelam


Semua orang pasti memiliki hajat keinginan, namun terkadang kita malu untuk meminta kepada allah atau tidak berani dikarenakan banyaknya dosa yang terlanjur kamu lakukan di masa lalumu, hingga akhirnya kamu merasa sangat tidak layak untuk meminta sesuatu kepada allah. Ingat, selagi kamu masih ada keinginan untuk kembali kepada-Nya maka lakukanlah segera, sebab Allah tidak pernah sekalipun akan menolakmu meski secara kasat mata dosa-dosamu sudah terlalu besar. Intinya, selagi kamu mampu membesarkan hatimu untuk kembali kepada Allah, maka disitulah kamu akan mendapatkan hal yang tidak pernah kamu duga sebelumnya, yaitu kasih sayang-Nya yang luar biasa.

Walau Kamu Sudah Berbuat Dosa, Kadang Allah Masih Menyiapkan Kisah Indah Untukmu

Untuk itu, jangan takut kamu tidak Allah beri ampun, selagi kamu getol meminta ampun dan istiqamah mmeperbaiki dirimu yang sekarang maka Allah akan membuka pintu terbaik-Nya untukmu. Buktinya, walau kamu sudah berbuat dosa selama ini tapi Allah tidak henti-hentinya memberimu nikmat yang luar biasa, dan bahkan Allah selalu menyiapkanmu kisah indah dalam hidupmu.

Allah Maha Baik Dalam Memberi Ampun, Maka Pastikan Kamu Tetap Istiqamah Meminta Ampunan-Nya

Lantas jangan khawatirkan apapun saat kamu sudah membenarkan niatmu untuk kembali kepada-Nya, tetap minta pengampunan terbaik-Nya, dengan terus istiqamah berusaha lebih dekat kepada-Nya dengan meminta ampunan-Nya.

Jangan Pernah Menyerah, Allah Tidak Pernah Menutup Pintu Maafnya Untuk Siapapun yang Ingin Kembali Kepada-Nya

Jadi jangan pernah menyerah untuk terus merayu Allah dalam keadaan seperti apapun, jangan pernah putus asa meski semua manusia seakan mendiskriminasimu, karena Allah tidak pernah menutup pintu maafnya untuk siapapun yang benar-benar ingin kembali kepada-Nya.

Akan Selalu Allah Buka Pintu Taubat Untukmu, Maka Pastikan Kamu Tidak Berkecil Hati Mengingat Masa Lalumu

Akan selalu Allah buka pintu taubat untukmu, akan selalu Allah hadiahkan kebaikan yang luar biasa untukmu, maka pastikan kamu tidak berkecil hati mengingat masa lalumu.

Sebab selagi kamu telah ada niatan untuk kembali ke jalan-Nya maka disitulah Allah akan mempersembahkan jalan terbaik untukmu semakin memperbaiki apa yang memang sudah seharusnya kamu perbaiki.

Yang Allah Lihat Adalah Hatimu yang Sekarang, Bukan Masa Lalumu yang Kelam

Dan perlu kamu ingat dengan baik, yang Alla lihat dari dirimu adalah hatimu yang sekarang, niatmu saat ini, bukan lagi masa lalumu yang kelam, bukan lagi dosa-dosa yang telah kamu lakukan di masa lalu.

Jumat, 28 Juni 2019

Istrimu Adalah Pelengkap Hidupmu Bukan Pembantumu

instagram.com/dhiniaminarti

Istrimu Adalah Pelengkapi Hidupmu Bukan Pembantumu


Pria harus tau bahwa istrimu itu bukan hanya teman hidupmu saja, tapi lebih tepatnya dia pendamping sekaligus pelengkap hidupmu, maka perlakukanlah dia dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Hargailah Dia Layaknya Penyempurnamu, Bukan Sebagai Pembantu yang Seakan Hanya Bertugas Melayanimu

Sungguh dia datang kepadamu memang telah Allah pilihkan untukmu dengan rencana-Nya yang luar biasa, maka pastikan kamu tidak pernah menyia-nyiakan kehadirannya.

Posisikan Dia Sebagai Wanitamu, Bukan Seperti Budak yang Hanya Bertugas Melayanimu

Hargai dia dengan baik, posisikan dia sebagai wanitamu, layaknya ratu dalam istanamu, bukan seperti budak yang hanya bertugas melayanimu, memasak untukmu, dan menyiapkan setiap keperluanmu. Kamu tidak boleh semena-mena kepadanya, karena jika yang mpunya marah maka bisa jadi kamu akan berada dalam keadaan yang nantinya kamu sendiri akan sangat menyesal.

Hormati Ia Sebagaimana Kamu Menghormati Ibumu, Karena Dia Juga Ibu Dari Anak-anakmu

Istrimu adalah titipan terbaik Allah, maka hormati ia sebagaimana kamu menghormati ibumu sendiri, karena dia juga ibu dari anak-anakmu.Dia juga orang yang sangat disayang oleh anak-anakmu, seperti halnya kamu sayang kepadamu ibumu, lantas jangan pernah lupa untuk selalu menghormati dirinya dengan baik.

Jika Tidak Bisa Membuatnya Bahagia, Setidaknya Jangan Membutanya Menangis dan Bersedih

Jika memang tidak bisa membuatnya selalu bahagia, maka setidaknya jangan membuatnya menangis dan bersedih, tetaplah jaga sikap dan perilakumu di depannya. Wanita tidak akan tersiksa hidupmu meski kamu tidak mampu setiap saat memenuhi keinginanya, asalkan kamu mampu bersikap baik, menghargai, dan sabar atasnya dengan tanggung jawab yang memadai.

Jika Tidak Bisa Memujinya Dengan Baik, Maka Jangan Mencelanya Dengan Bahasa yang Tidak Pantas

Termasuk dengan hal puji memuji, jika tidak bisa memujinya dengan baik maka jangan pernah kamu mencelanya dengan bahasa yang tidak pantas. Lebih-lebih hatinya memang tercipta lembut dan perasa, maka jangan sampai kamu seenaknya berkata-kata yang menyinggung ketenangan hatinya.

By Lailiyatus Sa'adah

Kendalikan Dirimu, Meski Dia Lebih Cantik Tapi Belum Tentu Dia Lebih Tulus dan Setia Dari Istrimu

instagram.com/zaskiasungkar15

Katanya rumput tetangga akan selalu terlihat lebih hijau, meski nyata-nyata taman milik sendiri sudah dihiasi dengan beragam bunga-bungaan dan rumput yang jauh lebih menarik. Iya begitulah nafsu, biasanya yang masih belum menjadi milik aka terlihat menawan dan indah, walau nyata-nyata milik sediri jauh lebih indah.

Sama halnya dengan seorang wanita, banyak lelaki yang memilih berkhianat kepada wanitanya karena tergoda dengan yang belum menjadi miliknya. Mungkin iya, di luar sana banyak yang lebih muda dan cantik, tapi yang lebih tulus cuma istrimu di rumah.

Jangan Terbuai Dengan Apa yang Belum Menjadi Milikmu, Bisa Jadi Dia Tidak Sehebat Istrimu Dalam Menemanimu

Oleh karenanya, jangan gampang terbuai dengan apa yang belum menjadi milikmu, jangan gampag takjub dengan keindahan wanita lain, karena bisa jadi dia tidak sehebat istrimu dalam menemani hidupmu. Ketika kamu mulai tergoda dengan wanita lain, ingatlah kebelakang setiap hal yang telah kamu lalaui bersama istrimu, ingatlah bagaimana dia memperlakukanmu selama ini, dan ingatlah betapa hebatnya dia memenuhi setiap kebutuhanmu.

Jangan Terlena Dengan yang Hanya Nampak Baik di Mata, Bisa Jadi Itu Hanya Polesan Semata, Tapi Tidak Dengan Hatinya

Mungkin memang banyak yang lebih indah dari dirinya di luar sana, tapi kamu jangan terlena dengan apa yang hanya nampak baik di mata saja, karena bisa jadi itu hanya polesan semata agar kamu tertarik, dan tidak dengan hatinya.

Jangan Mengejar Sesuatu yang Kelihatannya Menarik, Bisa Jadi yang Nampak di Matamu Tidak Semenarik Hatinya

Intinya, jangan mengejar sesuatu yang kelihatannya hanya menarik sesaat, bisa jadi yang nampak di matamu tidak semenarik kebaikan hatinya. Sebab tidak sedikit wanita yang menyengaja memperelok keindahan fisiknya agar lebih indah dilihat, tapi mereka lupa untuk menghiasi hatinya dengan ragam kebaikan.

Kendalikan Dirimu, Meski Dia Lebih Molek Tapi Belum Tentu Dia Lebih Tulus dan Setia Dari Istrimu

Jadi kendalikan dirimu, kendalikan nafsumu, meski benar dia lebih moleh, lebih cantik, dan lebih mempesona daripada yang di rumah, tapi belum tentu dia lebih tulus dan setia seperti istrimu. Sungguh jika kamu lelaki yang baik dan bijak, maka pasti semakin kamu dewasa maka hanya kenyamanan dan kedamian yang kamu cari dalam perikahanmu, bukan hanya sebatas kesenangan semata.

Hargai yang Kamu Miliki, Sebelum Kamu Menyesal Karena Telah Terbuai Dengan Dia yang Nyatanya Hanya Pura-pura Baik

Lantas belajarlah menghargai apa yang telah kamu miliki saat ini, belajarlah untuk tetap bersabar menerima apa yang telah Allah putuskan menjadi takdirmu, sebelum dirimu menyesal di kemudian hari.Jangan terbuai dengan katanya lebih cantik dan menarik, karena bisa jadi pada kenyataannya dia yang kamu anggap baik tidak lebih baik dari istrimu, dan bisa jadi baiknya hanya kepura-puraan semata.

By Lailiyatus Sa'adah

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done