SALIMNA: Motivasi - Motivasi Hidup Keluarga Islami
Artikel Terbaru
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2019

Kesuksesan dan Keberhasilanmu Bergantung Pada Cintamu Kepada Allah SWT

instagram.com/rr.lakshita


Seperti yang telah kita pahami, Allah swt menciptakan manusia untuk beribadah dengan arti yang luas. Yakni menjadikan seluruh aktifitas kesehariannya sebagai ibadah kepada Allah swt. Ibadah yang dimaksud bukan hanya ibadah dengan arti sempit seperti ritual solat, puasa ataupun haji saja, namun setiap aktifitas kita hendaknya diniatkan untuk ibadah.

Allah swt berfirman,
فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
“Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan banyaklah mengingat Allah agar kamu beruntung.” (QS.Al-Jumu’ah:10)

Ayat diatas memberi kita gambaran yang luas bahwa Allah swt menggandengkan perintah solat dengan perintah mencari nafkah, artinya ibadah yang diinginkan oleh agama bukan hanya ibadah ritual namun juga ibadah sosial.

Dalam ayat lainnya akan kita temukan bagaimana Allah menggandengkan antara “jihad” dalam mencari nafkah dan jihad di medan perang dan .

وَءَاخَرُونَ يَضۡرِبُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَبۡتَغُونَ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَءَاخَرُونَ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۖ

“Dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah.” (QS.Al-Muzzammil:20)

Dari dua ayat ini kita dapat menangkap kesimpulan bahwa agama tidak ingin memisahkan antara urusan dunia dengan urusan akhirat. Sebagaimana kita diminta untuk menghadap Allah dengan penuh kekhusyu’an, kita juga diajak untuk serius dalam bekerja dan mencari nafkah, seakan kita akan hidup di dunia ini selamanya.

Namun bagian akhir ayat diatas adalah kuncinya. Allah mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya,

وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

“Dan banyaklah mengingat Allah agar kamu beruntung.”

Maka disinilah semua menjadi jelas. Bahwa ternyata kesuksesan dan keberhasilanmu bergantung pada fokusmu dalam mengingat Allah swt.

Ingatlah Allah dalam solatmu sehingga solat itu menjadi khusyu’ dan bernilai…

Dan jangan lupa untuk mengingat Allah dalam aktifitas harianmu sehingga seluruh aktifitas itu menjadi ibadah…

Dengan selalu mengingat Allah dalam setiap gerak gerikmu maka pekerjaanmu, candamu, bicaramu, istirahatmu akan memiliki nilai dihadapan Allah swt. Semua aktifitasmu menjadi ibadah dan hidupmu akan dipenuhi dengan keberkahan.

Bahkan Rasulullah saw pernah bersabda,

العِبَادَةُ سَبْعُوْنَ جُزْءاً أَفْضَلُهَا طَلَبُ الْحَلَالِ

“Ibadah memiliki 70 bagian dan yang paling utama adalah mencari (nafkah) yang halal.”

Semoga bermanfaat ..

Dapurku Menjadi Surgaku, Wanita Wajib Baca



DAPURKU, SYURGAKU

Banyak kegiatan seorang istri yang dilakukan di dapur. Salah satunya adalah memasak. Seorang istri yang pintar masak. Dengan keahliannya tersebut akan membuat suaminya betah di rumah dan malas membeli makan di luar. Masakan yang enak bisa menjadi salah satu perekat cinta seorang suami kepada istrinya. Bahkan memasak untuk menyenangkan suami bisa menjadi ladang pahala jika diniatkan untuk ibadah kepada Allah. Karena salah satu ciri istri shalihah adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi semua hal yang disukai suaminya selama tidak dalam bermaksiat kepada Allah.

Seorang Istri diamanahkan untuk bertanggung jawab atas rumahnya.

Salah satunya menyiapkan makanan kepada yang Ada didalamnya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)

Untuk itu tidak ada salahnya bagi seorang muslimah untuk menyiapkan santapan bagi keluarganya sebaik mungkin, demi melayani hamba-hamba Allah yang shalih, semisal suami, anak-anak, orang tua, dan semua orang yang ikut menikmati masakan yang kita masak. Dengan begitu, seorang muslimah akan ikut mengecap pahala yang Allah berikan kepada mereka, di mana sebenarnya kita sudah ikut membantu amal perbuatan mereka.

Rabu, 26 Juni 2019

Ketika Kau Memberi Maka Kau Akan Menerima


Ketika engkau hidup untuk membahagiakan orang lain, Allah akan memberimu orang-orang yang akan membahagiakanmu.

Maka berusahalah untuk memberi, bukan menerima.. semakin engkau memberi, engkau akan semakin banyak menerima tanpa engkau minta.

Selama engkau mengharapkan kebaikan untuk orang lain, kebaikan akan datang kepadamu dari jalan yang tidak kau bayangkan.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.”

(HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Tapi baikkanlah niatmu  karena Allah, Allah akan membaikkan keadaanmu.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua.. dan membaikkan kehidupan akhirat dan dunia kita.. Aamiin .

Selasa, 25 Juni 2019

Pilihlah dia yang Aqidahnya lurus dan Memiliki Akhlak bagus

MENIKAHLAH KARENA ALLAH

Acara pernikahan yang mewah, mendapat pasangan yang menawan plus mapan. Menjadi raja dan ratu dalam sehari. Duhai betapa indahnya, tak salah jika itu dijadikan harapan. Manusia manapun tentu akan mengharapkan yang terbaik untuk hidupnya.

Namun, bukan itu yang terbaik. Kamu tau?
Impikanlah pernikahan yang akan memberimu kebahagiaan, bukan hanya sehari namun hingga akhir hayat nanti. Berharaplah dipersatukan dengan dia yang nanti akan membimbingmu, menjagamu dan mendidikmu dengan penuh kesabaran.

Pernikahan yang mewah hanya berlangsung sekejap, wajah yang menawan tak selamanya bertahan, mapan pun belum tentu menjamin kebahagiaan. Menikahlah dengan dia yang tau tentang agama, yang sayang dengan ibunya, yang tak pernah meninggalkan shalatnya. Jika itu saja dia tak punya, bahkan tak berusaha untuk punya bagaimana dia akan menjagamu.

Bukan mencari kesempurnaan, tapi saling menyempurnakan.

Saling mengingatkan dalam kebaikan, bersama-sama menghadiri kajian kemudian saling bertukar catatan. Indah bukan? membangun keluarga yang sakinah, mendidik putra dan putri ilmu agama sejak usia dini.

Hidup sederhana namun merasa bahagia melebihi seorang raja.

Jangan menikah karena didesak usia, menghindari cibiran tetangga. Menikahlah karena hatimu memang sudah mantap dan yakin bahwa ini adalah saatnya. Tak perlu terburu-buru, jika kalian tidak bertemu di dunia mungkin akan bersama di Surga.

Pilihlah dia yang Aqidahnya lurus, memiliki Akhlak bagus. Itu yang terpenting
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done