Manusia memilih waktu untuk berdoa, Sedangkan Allah tidak pernah memilih waktu untuk mendengarkan doa mu - SALIMNA
Artikel Terbaru
Loading...

Senin, 26 Agustus 2019

Manusia memilih waktu untuk berdoa, Sedangkan Allah tidak pernah memilih waktu untuk mendengarkan doa mu



Allah mendengar setiap suara di muka bumi baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Allah Maha Mendengar juga dapat bermakna Allah mengabulkan do’a setiap hamba-Nya. Maka ini pertanda bahwa setiap perkataan kita selalu diawasi dan didengar oleh Rabb di atas Langit yang tujuh. Begitu pula menjadi pelajaran bahwa Allah mudah mengabulkan do’a setiap hamba walau setiap mereka menyampaikan dalam berbagai bahasa dan diutarakan dalam satu waktu.

Padahal Allah selalu ada dalam keadaan seperti apapun, tapi kita sebagai manusia terkadang memberi jeda untuk sebuah pinta. Kalau tidak sedang susah-susah banget maka biasanya kita berdoanya cepat dan hanya sebagai rutinitas biasa setelah shalat, tapi kalau lagi susah pasti apa-apa menyeru dan tanpa sengaja meminta kepada-Nya dengan lama.

Manusia Memilih Waktu Untuk Meminta, Kadang Hanya Dalam Keadaan Susah Saja Kita Begitu Khusyuk Meminta

Iya, manusia memilih waktu untuk meminta, manusia memilih waktu untuk berduaan dengan Allah, kadang hanya dalam keadaan susaah saja kita begitu khusyuk meminta kepada-Nya, tapi selesap itu jika keadaan membaik sudah tidak begitu lagi.

Terkadang Saat Kita Tertimpa Masalah Saja yang Bersimpuh Kepada Allah Begitu Pasrahnya

Terkadang saat kita tertimpa masalah saja yang begitu elok bersimpuh lama kepada Allah dengan begitu pasrahnya menghaturkan sebuah pinta, sehingga kadang tidak berapa bahwa waktu telah begitu lama.

Terkadang Saat Kita Ada Kesulitan Saja yang Benar-benar Meminta Kepada-Nya Dengan Penuh Harapan Besar

Terkadang saat kita ada kesulitan saja yang benar-benar meminta kepada-Nya dengan penuh harapan besar, dengan penuh sabar, dan dengan begitu menomersatukan Allah.

Sedangkan bila keadaan baik-baik saja, paling berdoa setelah shalat hanya sebuah kebiasaan, tidak menikmati permintaan yang diucap di hati, tidak menikmati apa yang ada dalam pikiran.

Terkadang Saat Kita Tertimpa Musibah Saja yang Berdoa Mengangungkan-Nya

Terkadang pula saat kita tertimpa musibah saja yang berdoa mengangungkan-Nya, yang berdoa benar-benar menjadikan-Nya tujuan, dan benar-benar menjadikan-Nya tempat berharap terbaik.

Namun saat kita senggang, tidak ada kesulitan apapun, tidak ada hambatan apapun dalam menghadapi hidup, tentu seakan lupa dan rasa butuh kita seakan biasa-biasa saja.

Tetapi Saat Hati Bahagia, Baik-baik Saja, Seakan Kita Lupa Untuk Benar-benar Mendekat Kepada-Nya

Lebih-lebih saat kita bahagia, mendapatkan sesuatu yang membuat hati dan pikiran kita sumringah, terkadang kita hidup seadanya, bahkan ada yang memang sengaja meninggalkan rambu-rambu Allah. Na’udzubillah.

Seakan kita lupa untuk benar-benar mendekat kepada-Nya, merasa apapun sudah digenggaman tangan, karena semuanya baik-baik saja.

Yuk Share Agar Viral

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done